Basaya: Jurnal Bahasa, Sastra dan Budaya https://jurnal.inovasipendidikankreatif.com/index.php/BASAYA <p>Jurnal <em>Basaya</em> merupakan jurnal ilmiah yang berfokus pada bidang <strong>bahasa, sastra, dan budaya</strong>. Jurnal ini bertujuan untuk menjadi wadah akademik bagi para peneliti, akademisi, dan praktisi dalam mengeksplorasi serta mendiskusikan berbagai isu terkini di bidang tersebut.</p> <p><strong>Ruang Lingkup (Scope):</strong><br />Jurnal <em>Basaya</em> menerima artikel dalam bidang berikut:</p> <ol> <li> <p><strong>Linguistik dan Bahasa</strong></p> Analisis fonologi, morfologi, sintaksis, dan semantik, Sosiolinguistik, pragmatik, dan analisis wacana, Psikolinguistik dan neurolinguistik. Perkembangan dan perubahan bahasa, Kajian bahasa dalam teknologi dan media</li> <li> <p><strong>Sastra</strong></p> Kajian sastra klasik dan modern, Kritik sastra dan teori sastra, Sastra lisan dan tradisi sastra daerah, Sastra komparatif dan intertekstualitas, Sastra digital dan media baru</li> <li> <p><strong>Budaya</strong></p> Kajian antropologi budaya dan etnografi, Tradisi, kearifan lokal, dan identitas budaya, Budaya populer dan globalisasi, Kajian budaya dalam media dan teknologi, Pemertahanan budaya dan kebijakan kebudayaan</li> </ol> <p>Jurnal <em>Basaya</em> menerima artikel hasil penelitian, kajian teoretis, tinjauan pustaka, maupun resensi buku yang relevan dengan fokus dan ruang lingkup yang telah disebutkan. Artikel yang dikirimkan harus bersifat orisinal, belum pernah dipublikasikan, dan mengikuti standar akademik yang ditetapkan.</p> <p>Jurnal ini diterbitkan 2 (dua Kali dalam setahun yakni pada bulan April dan Oktober dengan <strong><a href="https://issn.brin.go.id/terbit/detail/20250712091162402" target="_blank" rel="noopener">ISSN 3109-3612</a></strong></p> en-US info.basaya@gmail.com (Basaya) info.basaya@gmail.com (Basaya) Sun, 18 Jan 2026 12:01:26 +0700 OJS 3.3.0.7 http://blogs.law.harvard.edu/tech/rss 60 KAJIAN AMIGUITAS TINDAK TUTUR NETIZEN DALAM MERESPON UNGKAPAN “GAK PAPA BUKAN BERARTI BAIK-BAIK SAJA” PADA TIKTOK @fznp_ https://jurnal.inovasipendidikankreatif.com/index.php/BASAYA/article/view/81 <p class="s13"><span class="s12"><span class="bumpedFont17">kali digunakan yang menjadikan salah satu representasi ekspresif komunikasi. Penelitian ini bertujuan untuk memahami bagaimana netizen merespons ungkapan “gak papa bukan berarti baik-baik saja" yang terdapat dalam unggahan TikTok @fznp_. Ungkapan ini menggambarkan dinamika ekspresi emosional yang tidak selalu tersampaikan secara eksplisit dengan memunculkan berbagai interpretasi yang bergantung pada konteks dan pengalaman interpersonal. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan metode analisis data berbasis teori pragmatik, yang mencakup tiga aspek utama berupa lokusi (apa yang dikatakan), ilokusi (maksud di balik ucapan), dan perlokusi (maksud di balik ucapan). Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar komentar mengungkapkan curhatan perasaan kondisi emosional mereka, menariknya komentar memperoleh banyak likes, respon dan reaksi. Netizen sebagai subjek yang aktif dalam ruang digital dengan menunjukkan respon yang bergam mulai dari empati mendalam, validasi emosional, dukungan simbolik hingga kritik reflektif. Studi ini mengisyratkan bahwa media sosial bukan sekedar ruang berbagi konten, melainkan wadah kontemplatif dimana terdapat kata-kata sederhana dapat menyentuh lapisan terdalam pengalaman manusia. TikTok dalam konteks ini menjadi wadah komunikasi emosional yang memperlihatkan kompleksitas tindak tutur dan makna yang lahir dari ambiguitas.</span></span></p> <p class="s15"> </p> M. Irfansyah, Oki Permoni Suci, Rosmilan Pulungan Copyright (c) 2025 Basaya: Jurnal Bahasa, Sastra dan Budaya https://jurnal.inovasipendidikankreatif.com/index.php/BASAYA/article/view/81 Fri, 10 Oct 2025 00:00:00 +0700 UPAYA MENUMBUHKAN MINAT LITERASI SISWA SEKOLAH DASAR MELALUI MEMBACA CERITA RAKYAT DALAM BAHASA DAERAH https://jurnal.inovasipendidikankreatif.com/index.php/BASAYA/article/view/88 <p>Rendahnya minat literasi siswa sekolah dasar menjadi tantangan serius dalam dunia pendidikan, terutama dalam membentuk kebiasaan membaca sejak dini. Kurangnya keterkaitkan terhadap bahan bacaan yang disediakan di sekolah sering kali disebabkan oleh konten yang kurang relavan atau tidak sesuai dengan latar belakang budaya siswa. salah satu alternatif pendekatan yang dapat digunakan untuk menumbuhkan minat literasi adalah dengan memanfaatkan cerita rakyat yang ditulis atau yang disampaikan dalam bahasa daerah. Cerita rakyat memiliki nilai budaya, moral, dan edukatif yang tinggi, serta dapat membangkitkan rasa memiliki terhadap identitas lokal. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji bagaimana kegiatan membaca cerita rakyat dalam bahasa daerah dapat meningkatkan minat literasi pada siswa sekolah dasar. Metode yang digunakan adalah kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data berupa observasi, wawancara, dan dokumentasi terhadap kegiatan pembelajaran yang melibatkan siswa kelas V di salah satu SD negeri 104233 Bandar Labuhan. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa siswa lebih antusias dan aktif dalam kegiatan membaca ketika teks yang digunakan berasal dari budaya mereka sendiri dan disampaikan dalam bahasa yang mereka pahami. Selain itu, keterlibatan emosional siswa meningkat, yang berdampak pada meningkatnya frekuensi dan kualitas aktivitas literasi mereka. Pembelajaran yang berbasis budaya local terbukti mampu menjadi jembatan dalam membangun minat baca berkelanjutan. Dengan demikian, mengintegrasikan cerita rakyat dalam bahasa daerah ke dalam pembelajaran literasi tidak hanya bermanfaat bagi pengembangan kemampuan membaca, tetapi juga sebagai upaya pelestarian budaya.</p> <p> </p> Yulia Dewi, Nazwa Copyright (c) 2025 Basaya: Jurnal Bahasa, Sastra dan Budaya https://jurnal.inovasipendidikankreatif.com/index.php/BASAYA/article/view/88 Fri, 10 Oct 2025 00:00:00 +0700 PERKEMBANGAN BAHASA ANAK REMAJA https://jurnal.inovasipendidikankreatif.com/index.php/BASAYA/article/view/301 <p>Penelitian ini bertujuan untuk memahami perkembangan bahasa anak remaja,khususnya pada siswa SMA/SMK di Indonesia. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan mengumpulkan data melalui wawancara dan observasi.Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa anak remaja mengalami perkembangan bahasa yang signifikan, termasuk peningkatan kemampuan berbicara,memahami,dan menggunakan bahasa. Faktor- faktor seperti lingkungan,genetik,dan interaksi sosial juga mempengaruhi perkembangan bahasa anak remaja. Penelitian ini dapat memberikan informasi yang berguna bagi orang tua,guru,dan praktisi pendidikan dalam memahami perkembangan bahasa anak remaja. Penelitian ini difokuskan pada perkembangan bahasa anak remaja umur 13-18 tahun. Perkembangan bahasa anak remaja didefinisikan sebagai proses perubahan kemampuan bahasa anak remaja dalam mengungkapkan pikiran,perasaan,dan ide, serta berinteraksi dengan lingkungan sekitar. Perkembangan bahasa anak remaja merupakan fenomena sosial-linguistik yang terus mengalami perubahan seiring dengan perkembangan teknologi, budaya, dan dinamika sosial masyarakat. Penelitian ini bertujuanuntuk menganalisis bentuk, fungsi, dan faktor yang memengaruhi perkembangan bahasa pada remaja, khususnya dalam konteks generasi Z. Hasil penelitian menunjukkan bahwa bahasa remaja cenderung bersifat dinamis, kreatif, dan penuh inovasi, dengan ciri khas penggunaan slang, singkatan, serta campuran antara bahasa Indonesia, bahasa daerah, dan bahasa asing (terutama bahasa Inggris). Faktor utama yang memengaruhi perkembangan bahasa remaja meliputi pengaruh media digital, lingkungan pergaulan, serta kebutuhan identitas dan ekspresi diri. Kesimpulannya, perkembangan bahasa anak remaja tidak hanya mencerminkan perubahan pola komunikasi, tetapi juga menjadi cermin dari perubahan budaya dan nilai-nilai sosial pada era modern.</p> Rani Melani Putri, Adelia Puspita Copyright (c) 2025 Basaya: Jurnal Bahasa, Sastra dan Budaya https://jurnal.inovasipendidikankreatif.com/index.php/BASAYA/article/view/301 Sat, 11 Oct 2025 00:00:00 +0700