KAJIAN AMIGUITAS TINDAK TUTUR NETIZEN DALAM MERESPON UNGKAPAN “GAK PAPA BUKAN BERARTI BAIK-BAIK SAJA” PADA TIKTOK @fznp_
Main Article Content
Abstract
kali digunakan yang menjadikan salah satu representasi ekspresif komunikasi. Penelitian ini bertujuan untuk memahami bagaimana netizen merespons ungkapan “gak papa bukan berarti baik-baik saja" yang terdapat dalam unggahan TikTok @fznp_. Ungkapan ini menggambarkan dinamika ekspresi emosional yang tidak selalu tersampaikan secara eksplisit dengan memunculkan berbagai interpretasi yang bergantung pada konteks dan pengalaman interpersonal. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan metode analisis data berbasis teori pragmatik, yang mencakup tiga aspek utama berupa lokusi (apa yang dikatakan), ilokusi (maksud di balik ucapan), dan perlokusi (maksud di balik ucapan). Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar komentar mengungkapkan curhatan perasaan kondisi emosional mereka, menariknya komentar memperoleh banyak likes, respon dan reaksi. Netizen sebagai subjek yang aktif dalam ruang digital dengan menunjukkan respon yang bergam mulai dari empati mendalam, validasi emosional, dukungan simbolik hingga kritik reflektif. Studi ini mengisyratkan bahwa media sosial bukan sekedar ruang berbagi konten, melainkan wadah kontemplatif dimana terdapat kata-kata sederhana dapat menyentuh lapisan terdalam pengalaman manusia. TikTok dalam konteks ini menjadi wadah komunikasi emosional yang memperlihatkan kompleksitas tindak tutur dan makna yang lahir dari ambiguitas.
Article Details
How to Cite
Irfansyah, M., Suci, O. P., & Pulungan, R. (2025). KAJIAN AMIGUITAS TINDAK TUTUR NETIZEN DALAM MERESPON UNGKAPAN “GAK PAPA BUKAN BERARTI BAIK-BAIK SAJA” PADA TIKTOK @fznp_. Basaya: Jurnal Bahasa, Sastra Dan Budaya, 2(2), 104–112. Retrieved from https://jurnal.inovasipendidikankreatif.com/index.php/BASAYA/article/view/81
Section
Articles
Main Article Content
Abstract
kali digunakan yang menjadikan salah satu representasi ekspresif komunikasi. Penelitian ini bertujuan untuk memahami bagaimana netizen merespons ungkapan “gak papa bukan berarti baik-baik saja" yang terdapat dalam unggahan TikTok @fznp_. Ungkapan ini menggambarkan dinamika ekspresi emosional yang tidak selalu tersampaikan secara eksplisit dengan memunculkan berbagai interpretasi yang bergantung pada konteks dan pengalaman interpersonal. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan metode analisis data berbasis teori pragmatik, yang mencakup tiga aspek utama berupa lokusi (apa yang dikatakan), ilokusi (maksud di balik ucapan), dan perlokusi (maksud di balik ucapan). Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar komentar mengungkapkan curhatan perasaan kondisi emosional mereka, menariknya komentar memperoleh banyak likes, respon dan reaksi. Netizen sebagai subjek yang aktif dalam ruang digital dengan menunjukkan respon yang bergam mulai dari empati mendalam, validasi emosional, dukungan simbolik hingga kritik reflektif. Studi ini mengisyratkan bahwa media sosial bukan sekedar ruang berbagi konten, melainkan wadah kontemplatif dimana terdapat kata-kata sederhana dapat menyentuh lapisan terdalam pengalaman manusia. TikTok dalam konteks ini menjadi wadah komunikasi emosional yang memperlihatkan kompleksitas tindak tutur dan makna yang lahir dari ambiguitas.