PROBLEMATIKA PENDIDIKAN INKLUSI DI SEKOLAH DASAR
Main Article Content
Abstract
Penelitian ini menganalisis problematika implementasi pendidikan inklusi di Sekolah Dasar (SD) yang bertujuan menyatukan semua siswa, termasuk Anak Berkebutuhan Khusus (ABK), dalam satu lingkungan belajar yang setara. Implementasi pendidikan inklusi di SD menghadapi tantangan signifikan, terutama terkait dengan rendahnya kompetensi guru dalam merancang Program Pembelajaran Individual (PPI) dan strategi diferensiasi, minimnya ketersediaan sarana dan prasarana yang ramah inklusi seperti ramp akses dan alat bantu belajar khusus, serta kurangnya dukungan sistem seperti Guru Pendamping Khusus (GPK) dan asesmen profesional. Selain itu, stigma sosial, penolakan dari orang tua siswa reguler, dan kurangnya pemahaman masyarakat turut menghambat integrasi sosial ABK, menjadikan layanan inklusi seringkali hanya bersifat formalitas. Untuk mengatasi kendala-kendala ini, diperlukan solusi terpadu berupa peningkatan kompetensi guru melalui pelatihan berkelanjutan, penguatan peran GPK, penyediaan fasilitas yang memadai, serta kolaborasi dan sosialisasi yang kuat antara sekolah, orang tua, dan pemerintah untuk membangun budaya sekolah dan masyarakat yang inklusif dan peka terhadap perbedaan.